Foto Kakek Mirip Mendiang Presiden ke-2 RI Soeharto Viral

Foto Kakek Mirip Mendiang Presiden ke-2 RI Soeharto Viral

Kakek Mirip Mendiang Presiden ke-2 RI Soeharto

Sebuah foto seorang kakek mendadak viral di media sosial. Bagaimana tidak, terlihat dari samping, sosoknya sangat mirip dengan mendiang Presiden ke-2 RI Soeharto. Foto itu pertama kali diunggah oleh fotografer senior Arbain Rambey, Selasa malam, 29 Mei 2018.

“Temenku ketemu bapaki ini di kereta….,” cuit Arbain di akun Twitterya @arbainrambey, Rabu (30/5/2018).

Sepintas mata memandang, sosok pria paruh baya bertopi ini nampak seperti Soeharto. Dari raut wajah hingga potongan rambut putihnya.

Namun, dari bentuk fisik, kakek ini tampak memiliki tubuh yang lebih langsing dan terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan sosok mendiang Soeharto

cara dapet jutaan rupiah dari internet

Bagaimana Menurut Anda?

Karena wajahnya yang sangat mirip dengan Pak Harto, unggahan foto tersebut kini telah di like oleh 281 netizen dan di retweets sebanyak 615 kali.

Beragam komen meramaikan akun Twitter Arbain Rambey. Salah satunya bahkan menanyakan, apakah sang fotografer mengetahui rumah sang kakek yang memiliki kemiripan dengan mantan Presiden Soeharto yang telah wafat.

Jadi ketahuan gak rumahnya di mana Mas?

— IG: ulinyusron (@ulinyusron) May 30, 2018

Arvbey pun menjawab,  “Hahahaha.. Temenku gak sempat ngikutin.”

Hahahaha temenku gak sempat ngikutin

— Arbain Rambey (@arbainrambey) May 30, 2018

Inilah foto jelas sang kakek yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang Presiden Soeharto. Wilmar Eko Baryono memposting fotonya di akun Twitter @wilmar_eko untuk menjawab rasa penasaran Arbain Rambey.

pic.twitter.com/v0q95awYb4

— Wilmar Eko Baryano (@wilmar_eko) May 30, 2018

Siapakah sebenarnya sosok kakek yang viral itu?

Sumber Liputan 6

.

10 Negara dengan waktu puasa terpanjang dan terpendek, ada yang 24 jam

10 Negara dengan waktu puasa terpanjang dan terpendek, ada yang 24 jam

10 Negara dengan waktu puasa terpanjang dan terpendek, ada yang 24 jam

Kita beruntung tinggal di Indonesia.

Pada bulan Ramadan, seluruh umat muslim di dunia menjalani ibadah puasa. Pada tiap negara, tentu saja memiliki kebudayaan yang berbeda. Selain itu, pada tiap-tiap negara memiliki waktu puasa yang berbeda. Di Indonesia sendiri saja, tiap kota memiliki waktu berbuka dan sahur yang berbeda pula.

Di Indonesia warganya rata-rata menempuh waktu puasa selama 13 jam. Sementara di negara lain tidak semua warganya harus berpuasa selama itu. Namun, banyak juga negara yang puasanya lebih lama dari orang-orang yang ada di Indonesia. Bahkan ada yang sampai 24 jam, lho! Duh, bagaimana buka puasa dan sahurnya, ya?

Lalu negara mana saja yang waktu puasanya lebih singkat dan lebih lama dari Indonesia, serta negara mana yang waktu puasanya paling pendek dan juga paling panjang?

Berikut ini deretan negaranya seperti

1. Argentina.

Beruntung bagi orang yang melaksanakan puasa di Argentina. Sebab, warga di sana umat muslim melaksanakan puasa paling singkat yaitu hanya selama 11 jam 46 menit. Nggak terlalu lama menahan haus dan laparnya.

 

2. Australia.

Tak beda jauh dari Argentina, umat muslim di Australia menempuh waktu puasa selama 11 jam 50 menit saja.

 

3. Kenya.

Hampir sama seperti Indonesia, negara Kenya rata-rata warganya berpuasa selama 13 jam 17 menit.

 

4. Singapura.

Baca Juga Cara Mendapatkaan Jutaan Rupiah Dari Internet
Beralih ke negara tetangga, ternyata kalau kamu melaksanakan puasa di Singapura waktu yang kamu tempuh saat berpuasa lebih lama sedikit dibandingkan di Indonesia. Di sana kamu harus berpuasa selama 13 jam 34 menit.

 

5. Filipina.

Negara tetangga lainnya yaitu Filipina, muslim di sana harus menahan lapar, haus serta nafsunya selama 14 jam 20 menit.

 

6. Arab Saudi.

Lalu bagaimana dengan Arab Saudi, apakah waktu berpuasanya lebih lama dibanding Indonesia? Tentu saja. Di Arab Saudi umat muslim harus berpuasa selama 14 jam 41 menit, lho.

 

7. Italia.

Kalau kamu penasaran dengan waktu puasa di Eropa, ternyata di sana waktu tempuh puasa memang terbilang lebih lama. Italia menjadi negara Eropa yang paling singkat waktu puasanya. Umat muslim di sana harus berpuasa selama 16 jam.

 

8. Islandia.

Beruntung kamu tidak tinggal di Islandia. Meski cuaca di sana lebih dingin dan bersahabat untuk orang yang sedang puasa. Namun waktu tempuh puasanya terbilang sangat lama. Warganya yang berpuasa harus menempuh waktu selama 20 jam 6 menit untuk bisa menyambut waktu berbuka.

 

9. Greenland.

Hampir sama dengan Islandia, di Greenland juga memiliki waktu puasa yang lama. Hanya selisih dua menit, jika ada orang yang berpuasa di Greenland mereka harus menahan hawa nafsunya selama 20 jam delapan menit.

 

10. Arktik.

Akrtik adalah sebuah wilayah di Kutub Utara Bumi yang meliputi Rusia, Alaska, Kanada, Lapland dan Norwegia. Di kawasan tersebut, terkadang matahari muncul selama 24 jam. Sehingga untuk membedakan sahur (makan sebelum fajar) dan buka puasa (makan setelah matahari terbenam) sangat sulit diputuskan. Kalau mengikuti terbit dan terbenam matahari, tentu saja mereka harus berpuasa selama 24 jam.

Untuk itu ulama setempat memutuskan untuk mengikuti ketentuan puasa Mekah ataupun negara Timur Tengah terdekat. Fenomena siang abadi ini terjadi antara bulan Juni-Juli.

Sumber Brilio.net

Lebih baik buka puasa pakai kurma atau teh manis? Ini penjelasannya Sempat menjadi perdebatan.

Lebih baik buka puasa pakai kurma atau teh manis? Ini penjelasannya Sempat menjadi perdebatan.

Lebih baik buka puasa pakai kurma atau teh manis?Ini penjelasannya

Sempat menjadi perdebatan.

Memasuki bulan puasa ini semakin banyak yang menjajakan hidangan untuk berbuka puasa. Mulai dari jajanan pasar, beragam jenis minuman segar, hingga makanan-makanan berat yang kebanyakan menggunakan nasi di dalamnya.

Namun sebelum menikmati semua makanan tersebut, biasanya saat berbuka puasa dianjurkan untuk menyantap hidangan bercita rasa manis terlebih dahulu. Dua jenis hidangan yang sering dijadikan pilihan untuk berbuka puasa selain air putih adalah kurma dan teh manis.

Kedua jenis hidangan manis yang berbeda ini sering kali menjadi perdebatan banyak orang. Ada yang berpendapat jika lebih baik mengonsumsi kurma terlebih dahulu saat berbuka puasa, namu ada pula yang berpendapat sebaliknya.

Lalu sebenarnya mana sih yang lebih baik disantap saat berbuka puasa? Kurma atau teh manis? Yuk simak penjelasannya di bawah ini seperti dirangkum brilio.net dari hellosehat.com, Minggu (20/5).

Seperti yang diketahui, saat berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 13 jam. Oleh karena itu, biasanya tubuh akan mengambil gula yang disimpan di dalam hati dan juga otot sebagai cadangan energi dan dipakai untuk bahan bakar selama berpuasa. Nah untuk mengembalikan dan mengisi energi yang telah terpakai pemilihan makanan pembuka saat berbuka menjadi hal yang cukup penting untuk menjaga tubuh tetap bugar dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Saat berpuasa tubuh berada dalam kondisi gula darah yang rendah. Untuk meningkatkannya kamu perlu mengonsumsi makanan yang mengandung gula seperti teh manis dan kurma. Teh manis hangat cukup untuk mengembalikan kadar gula darah kembali normal dan membuat kembali bertenaga. Selain itu, teh manis juga meningkatkan kadar air di dalam tubuh sehingga dapat mencegah dehidrasi.

Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah mengonsumsi teh manis dapat menaikkan kadar gula darah dalam waktu cepat. Jika dikonsumsi setiap hari selama bulan puasa hal ini dapat berisiko terkena masalah kesehatan seperti kegemukan hingga diabetes. Pasalnya minuman tinggi gula seperti teh manis mengandung sedikit nilai gizi tapi tinggi akan kalori. Ada baiknya kamu mengurangi penggunaan gula atau menggantinya dengan gula rendah kalori jika masih ingin menikmati teh manis.

Berbeda dari teh manis, buah kurma ternyata merupakan buah yang mengandung banyak sekali vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh seperti serat, protein, kalium, magnesium, vitamin B6 dan zat besi. Dikutip dari Health24, salah satu menu berbuka puasa yang dianjurkan adalah makanan yang kaya akan kalium. Salah satu manfaat kalium adalah untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh.

Selain manis, mengonsumsi kurma saat berbuka puasa juga dapat mengurangi rasa lapar sehingga dapat mencegah makan berlebihan saat berbuka. Tidak hanya itu, kurma juga dapat menghidrasi tubuh dan memberi energi instan pada tubuh serta membantu mencegah sembelit akibat perubahan jam makan. Namun perlu diingat jika kurma juga tinggi akan gula alami dan karbohidrat.

Baca Juga Artikel : Cara Mendapatkan Jutaan Rupiah dari Internet

Sebenarnya kurma dan teh manis sama baiknya, selama dikonsumsi dalam batas yang wajar dan tidak berlebihan. Selain itu karena keduanya mengandung gula, sebaiknya tidak mengonsumsi keduanya secara bersamaan setiap hari karena dapat menaikkan kadar gula darah terlalu tinggi.

Sumber Brilio.net